Over 40 Years of Teaching
SMAIT Al Furqon Palembang Sukses Gelar Program Perdana “Goes to Pare”
SMA Islam Terpadu (SMAIT) Al Furqon Palembang sukses melaksanakan program perdana bertajuk “SMAIT Al Furqon Goes to Pare”, sebuah program peningkatan kompetensi bahasa Inggris bagi guru dan siswa melalui pembelajaran langsung di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Program ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 22 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, dan diikuti oleh 53 siswa dengan pendampingan 7 orang guru**. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti pembelajaran bahasa Inggris secara intensif dalam suasana yang komunikatif, aplikatif, dan berbasis praktik langsung.
Koordinator kegiatan, Jusman Fitriyansyah, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan keberhasilan program tersebut. Menurutnya, program Goes to Pare merupakan langkah awal yang strategis dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan SMAIT Al Furqon Palembang.
“Alhamdulillaah, kegiatan SMAIT Al Furqon Goes to Pare telah berakhir dengan baik. Program ini menjadi langkah awal dalam mengingatkan sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris guru dan siswa,” ujar Jusman Fitriyansyah.
Ia menjelaskan, program Goes to Pare merupakan program perdana yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sehari-hari. Dengan metode tersebut, siswa dan guru diharapkan lebih cepat beradaptasi dan berani menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Menurut Jusman, pembelajaran di Kampung Inggris Pare memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas konvensional. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dituntut untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris dalam berbagai aktivitas, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
“Lingkungan yang komunikatif ini sangat membantu peserta untuk mengasah keberanian berbicara, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kepercayaan diri. Mereka belajar bukan hanya dari tutor, tetapi juga dari interaksi sehari-hari,” jelasnya.
Lebih jauh, Jusman Fitriyansyah menegaskan bahwa program ini tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa. Program Goes to Pare juga diarahkan untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta mindset global pada diri siswa dan guru.
Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang menjadi karakter utama SMAIT Al Furqon Palembang. Pembiasaan ibadah, adab, serta akhlak Islami tetap menjadi bagian penting dalam keseharian peserta selama mengikuti program.
“Nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasi utama. Kami ingin para siswa memiliki wawasan global dan kemampuan bahasa yang baik, tetapi tetap kokoh dalam akidah dan akhlak,” tambah Jusman.
Selama mengikuti kegiatan di Pare, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka terlihat aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran dan semakin berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Perkembangan ini dirasakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh para guru pendamping yang turut mendapatkan manfaat besar dari program tersebut.
Para guru menilai, program ini menjadi sarana penyegaran sekaligus peningkatan kompetensi profesional, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris dan metode pembelajaran yang lebih komunikatif.
Melalui program Goes to Pare ini, SMAIT Al Furqon Palembang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan **inovasi berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan**. Pihak sekolah berharap, program ini dapat menjadi agenda rutin dan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa dan guru di masa mendatang.
Dengan langkah awal ini, SMAIT Al Furqon Palembang optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa asing, berwawasan global, serta berakhlak mulia.
Editor: Bangun Lubis