Oleh: Agus Priyatmono, S.Pd. (Pak Pri)
Tadabur QS Ali ‘Imron (3) ayat 77
اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ) آل عمران:٧٧(
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ”
Dalam Ibnu Katsir maupun Jalalain, menjelaskan ayat ini turun kepada orang-orang Yahudi berkenaan dengan penolakan mereka terhadap dakwah Rasulullah saw. Mereka (orang-orang Yahudi) menukar janji-janji Allah atas mereka di dalam Taurat dan kitab-kitab sebelumnya tentang janji setia mereka, menjadikan Allah satu-satunya sesembahan dan akan menjadi pengikut nabi SAW kelak saat diutus Allah. Allah akan menyelamatkan mereka di dunia dan menjanjikan surga di akhirat tetapi mereka justru hanya memilih dunia dan kekayaan dunia saja. Mereka juga mengantikan juga ayat-ayat dalam Taurat menurut versi mereka tentang nabi Muhammad saw berikut tentang ciri dan sifat-sifat beliau serta hukum-hukum Allah.
Dengan perbuatan mereka tersebut maka Allah menghukum mereka dengan empat hal, yaitu :
- Mereka tidak akan memperoleh bagian di akhirat, yakni tidak mendapat pahala dari bentuk kebaikan apapun yang mereka lakukan saat di dunia (zonk di akhirat) dan jelas pasti idak juga mendapatkan surganya Allah.
- Allah tidak akan menyapa mereka karena kemurkaan Allah, mereka memilih jalan kemurkaan Allah melalui apa yang mereka lakukan.
- Allah tidak akan memperhatikan mereka saat di akhirat, tidak mendapatkan kasih sayangnya Allah (rahimnya Allah) sedikit pun, yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman.
- Allah tidak akan mensucikan mereka atas dosa dan kesalahan mereka, tidak mendapatkan ampunan Allah sedikitpun bahkan keringanan siksa di akhirat sebagaimana angan-angan mereka bahwa mereka tidak tersentuh api neraka kecuali hanya beberapa hari saja (QS.2:80) dan tidak mendapatkan pertolongan sedikit pun dan dari siapa pun.
Dalam Ibnu Katsir juga dijelas ada beberapa kelompok orang yang diperlakukan demikian, yaitu :
- Yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad : 1) Seorang yang bersumpah berlepas diri dari orangtuanya karena membenci (amat sangat) keduanya (tidak mengakui nasab kepada mereka); 2) Orangtua yang berlepas diri terhadap anaknya (tidak mengakui mereka bernasab kepada mereka); 3) Seseorang yang pernah diberikan kenikmatan dari suatu kaum, lalu ia mengingkari akan nikmat tersebut serta berlepas diri dari mereka.
- Yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim : Seorang yang menggelar dagangannya lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahwa dirinya belum pernah menjual barangnya dengan harga semurah ini, dengan tujuan menjebak orang agar membeli barangnya.
- Yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga : 1) Seorang lelaki yang melarang ibnu sabil lebihin air yang ada padanya; 2) Seorang lelaki yang bersumpah atas jualannya sesudah Asar, yakni dengan sumpah dusta; dan 3) Seorang lelaki yang mengucapkan janji setia kepada seorang imam, tetapi jika imam memberinya (amanah-amanah dan bisa jadi mendatangan keuntungan dunia), maka ia menunaikan kesetiaannya, dan jika imam tidak memberinya, maka ia tidak menunaikan kesetiaannya.
Semoga Allah hindarkan ciri-ciri demikian agar kita selamat di dunia maupun akhirat, amin ya Allah. (GoesPrie).