SMA IT Al Furqon Palembang Gelar Program HERO: Bersama Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas dari Kekerasan
Palembang, 15 Juli 2026 – Dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, SIT Al Furqon Palembang menyelenggarakan kegiatan Help Everyone Respect Others (HERO) pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun budaya saling menghormati dan melindungi setiap warga sekolah.
Mengusung tema “HERO (Help Everyone Respect Others): Bersama Menciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman, dan Bebas dari Kekerasan,” kegiatan ini menghadirkan Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si., Ph.D, seorang Psychological Professional, Dekan Fakultas Humaniora, sekaligus dosen Psikologi Universitas Bina Darma, sebagai narasumber utama.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ustaz Agus Priatmono, selaku Kepala SIT Al Furqon Palembang. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aman secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Oleh karena itu, setiap warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang penuh kasih sayang, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Program HERO menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang mengajarkan rahmah, penghormatan terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan.”
– Ustaz Agus Priatmono, Kepala SIT Al Furqon Palembang
Beliau juga mengajak seluruh peserta didik untuk berani menjadi pelopor kebaikan, menjauhi segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan verbal maupun fisik, serta membangun budaya saling mengingatkan dalam kebaikan.
Pada sesi utama, Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si., Ph.D menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun budaya saling menghormati sebagai fondasi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif. Beliau menjelaskan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat muncul melalui perkataan, tindakan yang merendahkan, pengucilan sosial, hingga perundungan di media digital (cyberbullying).
Menurut beliau, setiap individu memiliki peran sebagai HERO, yaitu menjadi pribadi yang berani menghentikan kekerasan, menghargai perbedaan, memberikan dukungan kepada teman yang mengalami kesulitan, dan menjadi teladan dalam membangun hubungan yang positif.
“Menjadi HERO bukan berarti menjadi orang yang paling kuat, tetapi menjadi pribadi yang berani menghormati orang lain, menolak segala bentuk kekerasan, dan hadir sebagai penolong ketika melihat ketidakadilan. Sekolah yang aman lahir dari kebiasaan saling menghargai yang dilakukan setiap hari.”
– Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si., Ph.D
Melalui penyampaian yang interaktif, narasumber mengajak peserta didik untuk memahami dampak psikologis dari kekerasan dan perundungan terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan. Berbagai contoh kasus, diskusi, dan refleksi diberikan agar peserta mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan serta memahami langkah-langkah pencegahan dan penyelesaiannya secara bijaksana.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai pentingnya menciptakan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Kehadiran para guru dan tenaga kependidikan juga memperkuat pesan bahwa pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.
Program HERO sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan, sekaligus mendukung visi SIT Al Furqon Palembang dalam membentuk peserta didik yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam keimanan, dan mulia dalam akhlak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin memahami pentingnya membangun budaya saling menghormati, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan menjadi ruang terbaik bagi setiap peserta didik untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensinya, serta meraih prestasi tanpa rasa takut.
Sebagai penutup, kegiatan HERO menjadi pengingat bahwa menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan bukan hanya tugas guru atau pimpinan sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Dengan semangat Help Everyone Respect Others, SIT Al Furqon Palembang terus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang humanis, religius, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik secara utuh menuju lahirnya generasi yang berakhlakul karimah, berkarakter, serta siap menjadi bagian dari pembangun peradaban umat.